Begini Cara Pilih Tempe

BELI TEMPE PERHATIKAN WARNA KACANG πŸ₯”πŸ₯”πŸ₯”

Di pasaran, kita sering menemui tempe yang kedelainya putih (ketika mengering berubah menjadi kecokelatan), rasanya cenderung hambar tetapi empuk (karena lebih mudah dibersihkan kulitnya dan tidak pecah meski dengan pemanasan suhu tinggi). Sebelumnya saya suka cari yang jenis ini karena anak-anak suka yang empuk. But setelah sharing sama teman yang ahli gizi, herbalist, dan ndilalah dr. Zaidul Akbar juga menguatkan, ternyata bahan baku tempe putih itu kedelai GMO (Genetically Modified Organisms alias transgenik) yang ternyata fungsi plus nutrisinya berkebalikan dengan tempe dari kedelai lokal yang kedelainya berwarna kuning.

Menurut dokumentasi Dr. Smith, setidaknya 65 risiko kesehatan serius dampak dari mengonsumsi produk GMO, yang dijabarkan sebagai berikut:

πŸ€ Keturunan tikus diberi makan kedelai transgenik menunjukkan peningkatan lima kali lipat risiko kematian, bayi yang dilahirkan tidak cukup berat badan, ketidakmampuan bereproduksi
πŸ€ Tikus jantan yang diberi makan kedelai Transgenik, mengalami kerusakan sel-sel sperma muda
πŸ€ Dapat mengubah Fungsi DNA dari Embrio Tikus yang diberikan makan Kedelai Transgenik (GMO)
πŸ€ Beberapa petani di AS telah melaporkan masalah kemandulan atau kesuburan antara babi dan sapi yang diberi makan Varietas Jagung GMO
πŸ€ Penyidik di India telah mendokumentasikan masalah kesuburan, aborsi, kelahiran prematur, dan masalah kesehatan serius, termasuk kematian, di antara kerbau yang diberi makan biji kapas GMO .
πŸ€ Hewan yang mengonsumsi makanan GMO mengalami pendarahan perut, berpotensi bertumbuhnya sel pra-kanker, kerusakan organ dan sistem kekebalan tubuh, peradangan ginjal, masalah dengan darah, sel hati, dan kematian yang tidak dapat dijelaskan.
πŸ€ Alergi terhadap kedelai telah meningkat setelah pengenalan cara menanam dengan metode GMO/Kedelai Transgenik
πŸ€ Gen dari tanaman GMO mentransfer bakteri usus manusia, yang mungkin akan mengubah flora usus Anda menjadi β€œhidup seperti pabrik pestisida”.

Berbeda dengan tempe berbahan dasar kedelai lokal (gambar no. 1 yang bungkusnya daun). Kedelai yang sudah mengalami fermentasi (tempe … kalau tahu tidak melalui fermentasi ya!) bisa menjadi probiotik yang menjaga imunitas kita. Bahkan menurut hasil laboratorium, tempe dengan bahan baku kedelai lokal tidak menyebabkan asam urat. Dan masih banyak lagi manfaat tempe.

nomor 1 adalah tempe yang baik

Ke depannya … mari kita lebih memilih tempe yang kedelainya berwarna kuning. Hal kecil ini, banyak manfaatnya, selain untuk kesehatan kita, bisa memotivasi petani kedelai lokal untuk menanam kedelai jenis ini … dan semoga akhirnya … kedelai kitalah yang menjadi penguasa pasar internasional … tak lagi ada cerita tentang negeri agraris yang mengimpor komoditas yang mampu tumbuh subuh di atas tanahnya.

._
@GWA, 13112019

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s