Salah Ketik (typo) Tak Perlu Dikoreksi?

Untuk yang suka masih ketik salah/typo, ternyata enggak perlu koreksi. Ini contohnya:

Sleamt sniag
Prcaya aatu tidk, Murenut sautu pelneitian di Uinervtisas Cmabrdge, utruan hruuf dlaam ktaa tiadk penitng. Ckuup huurf petrama dan trekahhir ynag ada pdaa tepmatyna.
Katlimt bsia dtiluis berantaakn, teatp ktia daapt mebmacayna.
Ini dsieabbkan kaerna oatk ktia tdiak mebmcaa huurf per hruuf, buukn ktaa per ktaa. Laur bisaa kan?
“slaam unutk kleuraga … seaht slealu … ttpatp snmgaat“
Sdaar aatu ngagk adna brau sjaa mambcea denganaen tiluasn ynag braentakan.
Inlaih khebeatan oatk mansuia, alpagi ynag mctipakn oatk ktia, Tuhan yang Maha Sempurna …
Saudh dluu ah …

Sumber: Islampos


Perkara abjad dan kata, masalahnya tidak begitu. Mula-mula kan kita belajar mengenal abjad lalu merangkaikannya jadi kata dan kalimat. Setelah mahir, kita memang tidak peduli kalau abjadnya dikacaukan karena otak kita sudah punya perbendaharaan kata dan kalimat.

Piaget bilang, itu proses akomodasi dan asimilasi. Kita cukup mengenali abjad pertama dan terakhir karena alam pikiran kita menerapkan salah satu prinsip psikologi Gestalt, yaitu keseluruhan lebih dulu, bagian kemudian.

Sumber: tak diketahui

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s